MyNiceProfile.com
MyNiceProfile.com
Oleh Brigitta Isworo L
KOMPAS.com — Gunung api dan gempa hingga kini masih menyimpan misteri. Fenomena gunung api terasa di luar jangkauan tangan manusia. Kekuatan dan daya rusaknya ada dalam skala "superhuman". Letusan sebuah gunung di Eslandia di gletser Eyjafjallajökull menggugah kembali mitos dan legenda soal gunung.
Kekuatan yang dikeluarkan gunung di Eyjafjallajökull adalah ”simpanan” energi yang dihimpun selama lebih dari 1.100 tahun. Tak heran jika ”simpanan”-nya berupa abu vulkanik sedemikian besar volumenya, mengakibatkan kegelapan di langit Eropa utara dan lebih dari 16.000 penerbangan dibatalkan. Tercatat hanya dua kali gunung itu meletus, terakhir terjadi antara tahun 1821 dan 1823.
Bentuk gunung berapi ini menurut vulkanologis Benjamin Edwards memang bisa menipu. Bentuknya yang landai membuat orang berpikir tak akan terjadi letusan yang eksplosif.
Menurut Edwards, gunung api yang letusannya bersifat eksplosif biasanya kandungan magmanya kaya akan oksigen dan silikat. Dan, bentuk gunungnya kerucut seperti gunung Fujiyama di Jepang atau Gunung St Helen—sebelum letusan hebat pada tahun 1980 yang menyebabkan pucuknya terpotong.
Jenis lain yaitu gunung-gunung di Hawaii, seperti Mauna Loa, yang saat meletus mengeluarkan magma yang kental dan sedikit kandungan gasnya, meleleh dari celah-celah di sepanjang tubuhnya atau dari kepundannya.
Namun, pada gunung api tipe stratovolcano seperti di Eslandia ini terdapat magma bentukan baru yang kemudian bercampur magma lama. Kondisi ini mampu memperkaya magma dengan oksigen dan silikat. Faktor X lainnya adalah lapisan es tebal. Air dari es yang mencair yang kontak dengan magma, menurut Edwards, dapat memicu letusan yang eksplosif.
Teori lain dikemukakan Edward Venzke dari Global Volcanism Network di Washington, AS. Jaringan ini juga melibatkan US Geological Survey (USGS) dan Museum of Natural History Smithsonian Institution.
Pada erupsi (letusan) pertama Maret lalu, magma memancur keluar dari retakan-retakan—mengindikasikan ada kandungan gas. Ketika erupsi berhenti, magma menyumbat retakan sehingga tekanan di bawah puncak yang dilapisi es meningkat. Naiknya suhu magma mencairkan es. Air yang terbentuk inilah yang memicu letusan eksplosif.
Waspada Katla
Ketika Eyjafjallajökull meletus, pantas diwaspadai akankah ini memengaruhi aktivitas gunung api tetangganya, Katla, yang berjarak hanya sekitar 25 kilometer dari Eyjafjallajökull.
Dari laporan yang dimuat dalam jurnal Developments in Quaternary Science oleh tim ilmuwan pimpinan peneliti Erik Stukell dari University of Gothenburg, Swedia, kedua gunung tersebut pernah meletus bersama pada tahun 1612, 1821, dan tahun 1823. Dari laporan tersebut terbaca bahwa Katla memuntahkan material lebih banyak dibandingkan dengan Eyjafjallajökull.
Seperti laporan yang dimuat Christian Science Monitor, ditemukan sejumlah bukti bahwa magma di kedua gunung itu bersama-sama meningkat aktivitasnya pada kurun waktu 1999-2004. Katla telah beberapa kali meletus dan puncaknya bertumbuh. Tim pimpinan Stukell kini mewaspadai Katla.
Dari ”hotspots”
Bencana letusan Eyjafjallajökull menyebabkan kerugian hingga Rp 2,18 triliun per hari gara-gara penerbangan terganggu. Banjir setinggi 3 meter menyebabkan sekitar 1.000 orang diungsikan. Letusan masif gunung berapi sering kali katastropik.
Gunung api di Eslandia dan di Hawaii muncul dari hotspot, (titik panas), di mana magma yang bersuhu tinggi keluar dari rekahan di daerah punggungan samudra dari Sea Floor Spreading, di mana lempeng bumi bergerak saling menjauh.
Sementara itu, terbentuknya gunung api di Indonesia adalah dari area zona subduksi, di mana dua lempeng bumi bertemu sehingga saling gesek dan menimbulkan panas tinggi yang memproduksi magma. Magma ini keluar ke permukaan sebagai gunung api. Meski proses terbentuknya berbeda, sifat katastropik letusan beberapa jenis gunung api adalah sama.
Toba terbesar
Indonesia masih menduduki puncak bencana masif letusan gunung api dengan letusan Gunung Toba—ditengarai ada di lokasi Danau Toba sekarang.
Dari skala intensitas letusan yang disebut volcanic explosivity index (VEI), letusan Gunung Toba dituliskan mencapai 8 atau bahkan lebih. Kapan terjadinya? ”74.000 before the present” adalah jawabannya—yaitu sekitar 74.000 tahun lalu (Volcanoes in Human History, de Boer/Sanders, 2002).
Setelah Toba, letusan terbesar sepanjang sejarah bumi adalah letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa pada bulan April tahun 1815. Korban tewas mencapai 70.000. Mereka tewas seketika dan banyak lainnya menyusul beberapa waktu kemudian akibat kelaparan dan penyakit.
Abu vulkanik menutup hutan, ladang, dan sawah. Ketinggian abu vulkanik mencapai lapisan stratosfir—tempat proses iklim terjadi—dan mengubah pola iklim. Daerah basah menjadi kering, daerah kering menjadi basah. Radiasi matahari terhalang. Pada tahun 1816 di Amerika Serikat dikenal sebagai ”The Year without a Summer” (Volcanoes in Human History, 2002).
Menggambarkan katastropi ini, penyair Lord Byron menuliskan puisi ”Darkness” yang isinya berbunyi:
Terang matahari lenyap, juga bintang; Meninggalkan kegelapan di ruang angkasa tak bertepi; Tak ada sinar, tak ada jejak, bumi bagai bongkah es; Semua menjadi buta dan menghitam di udara tanpa bulan; Pagi datang dan pergi dan datang lagi dan tak ada hari; Dan manusia lupa akan kepeduliannya di tengah rasa takut; tercekam akan kepedihan ini....
Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA)
Tiga belas (13) produk Unilever Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai produk paling memuaskan pelanggan berdasarkan surveikepuasan pelanggan (Customer Satisfaction) 2009 yang digelar Majalah SWA dan Frontier Consulting Group.Penganugerahan penghargaan Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) tahun ke-11 ini diadakan di Hotel Shangri-La Jakarta pada 3 Sepetember 2009.
Produk-produk Unilever Indonesia yang menjadi jawara di ajang ICSA 2009 kali ini adalah: Lifebuoy (kategorisabun mandi padat), Lux (sabun mandi cair), Vaseline (hand & body lotion), Pond’s (sabun pembersih wajah), Pond’s (pelembab wajah), Rexona (deodoran), Sunsilk (sampo), Pepsodent (pasta gigi), Sunlight (sabun pencuci piring), SariWangi (teh celup), Bango (kecap manis), Buavita (minuman sari buah siap minum), dan Blue Band (margarin).
Tingkat kepuasan terhadap merek produk yang pernah digunakan/dikonsumsi diukur melalui empat variabel, yaitu kepuasan terhadap kualitas produk/pelayanan (Quality Satisfaction Score), kepuasan terhadap harga berdasarkan kualitas yang diterima (Value Satisfaction Score), persepsi tingkat ”kebaikan” dari merek yang digunakan secara keseluruhan dibandingkan dengan merek-merek lainnya (Perceived Best Score), dan kemampuan merek yang bersangkutan dalam memenuhi ekspektasi pelanggan di masa mendatang (Expectation Score). Survei dilakukan di enam kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makasar.
JAKARTA, KOMPAS.com — Bicara kuliner asal Betawi, sepertinya memang tidak akan pernah habis untuk dibahas karena terkenal dengan kelezatan dan cita rasanya. Apalagi jika kita membicarakan salah satu kuliner andalan Betawi, nasi uduk.
Salah satunya nasi uduk Mpok Pule yang terdapat di pinggir Jalan Bangun Nusa Raya, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, yang berada persis di depan sebuah mini market.
Salamah (48) atau biasa disapa dengan panggilan Mpok Pule mulai membuka warungnya pukul 16.30 setiap harinya. Tidak perlu menunggu hingga larut malam untuk menunggu dagangannya habis. Dalam waktu paling lama tiga jam saja, biasanya nasi uduk Mpok Pule sudah ludes diserbu pembeli karena rasanya yang pulen dan enak.
Tempat berdagang Mpok Pule sangat sederhana. Dia tidak menyewa ruko atau memasang tenda, tetapi gerobak dengan dua roda pun sudah cukup menjadi tempat ia berdagang.
"Saya dagang nasi uduk sudah 17 tahun. Dulu sih enggak terlalu ramai. Namanya juga orang dagang, ya wajarlah. Tapi sekarang, alhamdulillah dagangan saya cepet banget abisnya," kata Mpok Pule, dengan logat Betawi-nya yang masih kental.
Wanita kelahiran Jakarta itu mengatakan, dirinya mulai berbelanja ke pasar pukul 06.30 hingga pukul 08.30. Setelah semua bahan yang diperlukan lengkap dibeli, dia kemudian mulai memasak mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00.
Uci (34), salah seorang pelanggan nasi uduk Mpok Pule, menuturkan, sudah sekitar sembilan tahun menjadi pelanggan setia nasi uduk Mpok Pule. Dia beralasan, selain harganya murah, porsi yang diberikan juga sangat banyak.
"Gimana enggak enak. Sudah harganya murah, porsinya banyak, rasanya juga enak lagi. Istilahnya, dagangan pinggir jalan, rasanya restoran," ujar Uci.
Sebenarnya menu dan lauk yang ditawarkan nasi uduk Mpok Pule tidak banyak. Hanya ada tempe semur dan goreng, tahu semur dan goreng, bakwan, kentang semur, jengkol semur, perkedel, serta ayam balado dan telur balado disertai lalapan. Harganya pun murah, antara Rp 5.000 dan Rp 10.000, tergantung dari pemakaian lauk -pauknya.
Mpok Pule pun tidak hanya menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Dia juga mempersilakan para pelanggan setianya memesan nasi uduknya untuk keperluan khusus, seperti untuk acara keluarga ataupun pesta nikah dan sunatan.
"Kalau mau pesan juga bisa. Tinggal telepon aja ke rumah saya," tandas wanita yang mempunyai tiga anak ini.